Bagaimana Meng-install Ubuntu di Google Chromebook

2 Jan 2014

Belum kesampaian keinginan saya untuk bisa memiliki Googlechrome book agar mempunyai pengalaman menggunakan cloud computing secara menyeluruh, saya baru saja mempelajari tutorial memasang Sistem Operasi Ubuntu pada Laptop Googlechrome book. Rasa penasaran seorang geek memang ada-ada saja, dan yang saya sukai adalah selalu kreatif mengoprek gadgetnya menjadi perangkat dengan fungsi-fungsi baru.

b245b6714d32800662e986cfe64173d4_linux-installed-on-chromebook

Di sini saya akan menuliskan kembali dalam bahasa Indonesia bagaimana cara memasang sisop Ubuntu pada Laptop Googlechrome book. Bukankah ini memang blog yang sengaja akan saya gunakan untuk membuat catatan-catatan sebagai seorang pengguna Ubuntu dan pengguna gadget. :)

Chromebook bukanlah hanya sebuah web browser. Chromebook adalah laptop bersisop linux. Kita bisa dengan mudah memasang keduanya sekaligus dengan mudah. Dan kita akan dengan mudah bisa beralih ke keduanya dengan menekan tombol hot key.

Crouton vs CrUbuntu

Memasang sisop Ubuntu pada Chromebook tidaklah semudah memasang Ubuntu pada laptop/desktop pada umumnya. Setidaknya pada saat ini. Kita akan memilih proyek yang dikembangkan secara khusus untuk melakukan penginstallan Ubuntu pada Chromebook. Ada 2 opsi populer:

  • ChrUbuntu, ChrUbuntu adalah sistem Ubuntu yang dibuat khusus untuk Chromebook. Ia bekerja layaknya sistem dual boot ubuntu. Bila sudah terinstall kita akan bisa memilih akan menggunakan Ubuntu atau Google Chromebook. ChrUbuntu bisa diinstall di Chromebook dengan menggunakan memori internal, media penyimpanan USB atau kartu SD.
  • Crouton, Crouton sebenarnya menggunakan lingkungan ‘chroot’ untuk menjalankan Google Chrome OS dan Ubuntu secara bersamaan. Ubuntu akan berjalan bersama-sama dengan Google Chrome OS, sehingga kita bisa berpindah-pindah antara linux desktop Ubuntu dan Chrome OS dengan tombol shortcut saja. Dengan cara ini pengguna akan bisa menikmati kelebihan keduanya tanpa perlu me-restart system.

Kali ini kita akan menggunakan Crouton. Dengan mengambil kelebihan sistem linux untuk mendasari Chrome OS untuk menjalankan kedua environment sekaligus, cara yang lebih cerdas dari dual boot pada umumnya. Crouton menggunakan driver standard dari Chrome OS untuk semua perangkat keras Chromebook, sehingga diharapkan tidak akan menemui masalah dengan touch pad dan perangkat keras lainnya. Crouton sebenarnya dibuat oleh karyawan Google sendiri, DaveSchneider.

Enabling Developer Mode

Sebelum kita melakukan hacking, kita perlu terlebih dahulu mengaktifkan “Developer Mode”. Chromebook normalnya dikunci demi alasan keamanan, hanya bisa booting dengan sistem operasi yang telah dicek dengan benar keberadaannya, memeriksa gangguan yang mungkin terjadi, dan mencegah pengguna dan aplikasi agar tidak mengubah-ubah sistem operasi pokok. Developer Mode memungkinkan kita untuk menonaktifkan semua fitur keamanan ini dan memberikan kepada kita sebuah laptop yang bisa diotak atik dan dijadikan mainan sekehendak hati kita.

Setelah mengaktifkan Developer Mode, kita akan bisa mengakses terminal linux dari dalam Chrome OS dan melakukan apa pun semaunya.

Untuk mengaktifkan developer mode pada Chromebook Samsung atau Chromebook Pixel, tekan tombol ESC dan Refresh bersamaan dan tekan tombol Power. Kita akan memasuki mode Recovery . CHromebook yang lebih tua mempunyai tombol fisik Developer Mode yang bisa langsung digunakan.

Pada layar recovery, tekan Ctrl+D, setujui saja tawaran dari Chrome OS dan kita akan booting memasuki developer mode.

6bb64390cf99f3ef6c25b40d68e96bc2_chrome-os-is-missing-or-damaged

Ketika beralih ke developer mode, semua data lokal pada Chromebook akan dihapus (persis seperti ketika kita meng-unlock perangkat Nexus Android). Proses ini berlangsung kira-kira 15 menit. Bisa kurang, bisa pula lebih lama.

fa7e29440b31f14bbfb991c0f5f04256_preparing-for-chromebook-developer-mode

Ketika kita mem-boot Chromebook, kita akan melihat layar peringatan. Kita perlu menekan tombol Ctrl+D dan tunggu 30 detik untuk melanjutkan proses booting.

Layar peringatan ini ada untuk mengingatkan kita bahwa suatu Chromebook sedang dalam developer mode dan semua langkah-langkah pengamanan tidak dijalankan. Sebagai contoh, jika kita menggunakan Chromebook milik orang lain, kita normalnya bisa login dengan akun Google kita tanpa rasa khawatir. Jika ini dalam developer mode, mungkin-mungkin saja ada software yang berjalan sebagai background yang bisa merekam tombol-tombol yang kita tekan dan memonitor penggunaan kita. Inilah alasan mengapa Google membuat layar peringatan ini tidak bisa dinon aktifkan secara permanen.

a858ecee7aa756b560c6704cc93ac912_os-verification-is-off

Memasang Crouton

Pertama-tama, kita perlu mendownload Crouton. Klik link berikut untuk mengunduh versi terbaru Crouton di Chromebook kita:http://goo.gl/fd3zc

Setelah Crouton selesai diunduh, tekan Ctrl+ALt+T di Chrome OS untuk membuka terminal crosh.

Ketikan ‘shell‘ di terminal, kemudian tekan Enter untuk memasuki shell mode linux. Perintah ini hanya bisa bekerja bila Developer Mode sudah diaktifkan.

3bcb1aa79b256dce953161ce9741ebbb_chrome-crosh-shell4

Untuk menginstall Crouton dengan cara mudah, semua yang kita perlukan adalah dengan menjalankan perintah di bawah ini. Ini adalah cara meng-install Crouton dengan desktop manager Xfce dan suatu chroot terenkripsi untuk alasan keamanan.

sudo sh -e ~/Downloads/crouton -t xfce

The actual installation process will take some time as the appropriate software is downloaded and installed it took about half an hour on our system but the process is largely automatic.

Proses instalasi membutuhkan waktu beberapa lama sampai software yang diperlukan terunduh dan terpasang dengan benar –bisa sampai selama setengah jam– tapi semua proses berjalan otomatis.

0976e7484ac02655e7069ba61258b097_install-crouton-on-chromebook

Jika lebih suka menggunakan desktop environment Ubuntu Unity, gunakan -t unity, bukan -t xfce pada perintah di atas. Kita bisa menjalankan perintah berikut untuk melihat daftar tipe instalasi, termasuk instalasi tanpa graphic mode, atau text mode instalation.

sh -e ~/Downloads/crouton

Setelah melalui semua proses instalasi, kita bisa menjalankan perintah berikut untuk menjalankan sesi Crouton (dengan asumsi kita telah meng-install Crouton dengan Xfce)

sudo enter-chroot startxfce4 atau

sudo startxfce4

307825bc1a4b133aff93cf577bb8c437_launch-linux-chroot-with-crouton

Berpindah Antar Environment

Untuk berpindah dari Chrome OS ke Linux dan sebaliknya, gunakan keyboard shortcut berikut:

  • ARM (seperti Samsung Series 3 Chromebook): Ctrl+Alt+Shift+Back dan Ctrl+Alt+Shift+Forward
  • Intel x86/AMD64 (seperti Chromebook Pixel dan $200 Acer Chromebook): Ctrl+Alt+Back dan Ctrl+Alt+Forward plus Ctrl+Alt+Refresh

Jika ingin keluar dari chroot, lakukan log out dari Desktop Xfce (atau Desktop Unity jika ini yang digunakan). Untuk kembali lagi ke chroot kita perlu menjalankan startxfce4 dengan cara seperti di atas.

Apa yang bisa dilakukan dengan Linux?

Sekarang kita sudah memiliki linux desktop tradisional yang berjalan bersama-sama dengan Chrome OS. Semua software bisa didapatkan dari repositori cukup dengan cara apt-get. Penyunting gambar yang terpasang secara lokal, teks editor, software office, tool development, terminal dan semua utiliti yang kita perlukan menjadi sangat mudah di-install.

66667c9fca6f3a3e33181c3b3729c94b_xfce-desktop-on-chromebook

Berbagi file antara Chrome OS dan sistem linux pun bisa dilakukan dengan mudah. Gunakan saja direktori Downloads di dalam folder home. Semua file yang berada di Direktori Downloads nampak dalam aplikasi Files manager di Chrome OS.

Pada ARM Chromebook seperti Samsung Chromebook, apa yang bisa kita lakukan agak terbatas. Beberapa program tidak berjalan di ARM, kita tidak bisa menjalankan Minecraft dan aplikasi berkode tertutup lainnya yang tidak di-complile untuk Linux ARM. Kita mempunyai akses ke bermacam-macam tool open source dan aplikasi desktop yang bisa di-compile ulang untuk ARM, akan tetapi kebanyakan aplikasi closed source tidak akan berjalan di ARM.

Pada Chromebook Intel, kita mempunyai lebih banyak keleluasaan. Kita bisa memasang Steam untuk Linux, Minecraft, Dropbox dan semua aplikasi yang tipikal berjalan pada Desktop Linux yang berjalan berdampingan dengan Chrome OS.

One last tip if youre using Xfce youll probably want to disable the screensaver from the Screensaver tool in Xfces settings menu. It appears to cause graphical glitches in Chrome OS while running in the background.

Satu tips terakhir jika menggunakan Xfce, kita mungkin akan menonaktifkan screen saver dari Screensaver tool di dalam Xfce setting menu. Ini nampaknya akan menyebabkan sedikit masalah pada CHrome OS yang berjalan sebagai background.

Menghapus Crouton dan Mengembalikan Chrome OS

If you decide youre done with Linux, you can easily get rid of the scary boot screen and get your internal storage space back.

Jika kita memutuskan untuk menyudahi penggunaan Linux pada Chromebook, kita bisa dengan mudah menghilangkan tampilan boot screen yang menakutkan dan menrgembalikan kembali ruang pada internal storage.

Just reboot your Chromebook normally to get back to the scary warning screen at boot-up. Follow the prompts on your screen (tap the Space bar and then press Enter) to disable Developer Mode. When you disable Developer Mode, your Chromebook will clean everything up, restoring you to a clean, safe locked-down Chrome OS system and overwriting all the changes youve made to your Chromebooks software.

Reboot Chromebook untuk mendapatkan warning screen saat boot-up. Ikuti prompt pada layar (tekan tombol Space bar kemudian tekan Enter) untuk menonaktifkan Developer Mode. Ketika kita menonaktifkan developer Mode, Chromebook akan membersihkan semuanya, mengembalikan semua setting, mengunci lagi sistem pada Chrome OS dan meng-over write semua perubahan yang telah kita lakukan pada software Chromebook.

Sumber bacaan: http://www.howtogeek.com/162120/how-to-install-ubuntu-linux-on-your-chromebook-with-crouton/


TAGS linux ubuntu chrome os google chrome book chromebook


-

Author

Follow Me