Review LG Optimus L9

31 Jan 2014

LG Optimus L9 adalah ponsel Android entry level (to midrange) yang dibuat oleh pabrikan asal Korea Selatan, LG. Ini adalah ponsel Android pertama saya yang bukan pabrikan Samsung. Saat menulis review ini, saya telah menggunakan ponsel ini selama kurang lebih 2 pekan.

Apa yang pertama kali saya coba ketika memegang ponsel baru adalah: memotret apa saja dengan kamera yang terdapat pada ponsel itu. Saya pun langsung memotret menggunakan kamera pada LG Optimis L9. Saya memotret mulai dari benda-benda yang ada di dekat saya, memotret di tempat terbuka (landscape), memotret di bawah pencahayaan rendah, memotret benda-benda kecil, memotret orang-orang yang berlalu lalang, dan sebagainya.

Kamera

Bagaimana hasilnya? Foto-foto yang saya jepret dengan Optimus L9 jelek-jelek. Foto-foto itu tidak cukup membanggakan untuk dipamerkan di jejaring sosial, blog apalagi situs berbagi foto semacam Flickr dan Instagram. Kualitas kamera Optimus L9 kalah jauh dibanding Samsung Galaxy Ace, Galaxy Core apalagi dengan lini produk Xperia.

Pada kondisi pencayaan cukup seperti untuk memotret landscape di siang hari, bisa dikatakan kualitas foto lumayan baik, tetapi warna dan detil belum bisa dibawa oleh L9 ke dalam foto. Tidak ada fitur macro pada setting fokus. Ini menjadi masalah untuk memotret benda-benda kecil secara close up (extreme close up). Lebih parah lagi apabila digunakan memotret pada malam hari, dalam pencahayaan remang, sangat sulit. Bila pun dipaksakan, foto yang dihasilkan akan blur dan atau noise bertabur. Apa yang sedikit menolong adalah LED flash L9 yang lumayan baik. Ini berguna untuk memotret majah orang di dalam pencahayaan remang. Oh iya tidak lupa.. Kamera L9 punya voice shutter yang berguna bagi yang suka foto-foto selfie. Voice shutter ini saya coba berjalan baik di lingkungan yang tidak ramai.

Display dan User Interface

L9 menggunakan display IPS LCD Capasitive Touchscreen. Resolusi 540 x 960 pixel. Tampilannya bagus dan sangat detil di dalam ruangan, namun menurut saya payah di luar ruangan di bawah sinar matahari. Di luar ruangan sampai-sampai saya harus menaikan brightness sampai di atas 80% agar mata saya bisa membaca text di display L9. Di dalam ruangan saya cukup mengatur brightness dengan intensitas 50-an %

Apa yang menurut saya menjadi kelebihan L9 adalah user interface yang sangat rapi. Saya sangat menyukainya.

QSlide apps

Qslide apps bagi saya merupakan penyempurna dari user interface L9. Ada Video, Internet, Memo, Calendar dan Calculator. QSlide apps menarik karena menfiturkan resize window bagi apps, sampai 2 windows apps berjalan. Saya sendiri merasakan manfaat Memo, Calendar dan Calculator.

Misalnya: Saya mengintip catatan yang saya buat di Memo, kemudian membandingkan catatan saya itu dengan hasil googling. Menghitung angka-angka yang saya dapatkan dari suatu apps secara cepat dengan calculator dan langsung mem-paste hasilnya ke dalam Memo, dan lain-lain.

Web Browser

Android Web Browser yang tertanam pada L9 ini sangat stabil dengan tampilan yang sangat simple, bookmark dan history yang tersinkronisasi dengan akun google dan mampu bekerja dengan baik ketika jaringan data hanya terkoneksi pada jaringan 2G (GPRS/EDGE). Web Browser bawaan L9 ini menurut saya bahkan lebih stabil daripada Google Chrome yang baru saja saya pasang.

Telefoni

Kontak L9 bisa dengan mudah saya sinkronisasikan dengan Google Contact. Saya bisa langsung segera menggunakan untuk menelepon tema-teman saya atau segera mengetahui darimana suatu panggilan masuk. Virtual Keypad di L9 ini pun kelihatan rapi dan nyaman ditekan untuk memasukan nomer-nomer telepon baru.

Kualitas telepon cukup jernih dan jelas. Suara saya yang bisa didengarkan dengan jelas di telepon lawan bicara bisa jadi karena L9 mempunyai second mic yang digunakan untuk noise cancellation. Mike di L9 ini pun cukup bagus membawa suara lawan telepon sampai ke gendang telinga saya.

SMS, yang ini nih yang membuat saya kebingunan beberapa saat ketika saya ingin membuka SMS. Di ponsel lain SMS menggunakan ikon seperti amplop, di L9 yang digunakan ternyata adalah mirip ikon senyum di dalam kotak kuning.

Musik

L9 membawa default Music Player nya Android yang simple. File lagu, baik yang di internal memory maupun di SD Card dengan mudah bisa ditemukan. Memainkannya pun bisa dilakukan dengan mudah, membuat play list juga sama mudahnya. Dengan Speaker di dalam bodi L9 ini suara terdengar jernih. Sayangnya L9 tidak dilengkapi speaker stereo.

Headset yang disertakan dalam paket penjualan L9 yang saya terima pun bukan jenis headset yang bagus. Suaranya cempreng dan tidak memuaskan. Mendapatkan Headset seperti ini saya jadi kangen dengan Sony Ericsson W200 saya terdahulu yang walaupun seri low end tetapi dilengkapi headset yang terbilang mantab.

Performa

LG L9 menggunakan processor dual core up to 1 GHz ARM Cortex A9 dan GPU Power VR SGX 540, RAM 1 GB (meski yang ditunjukan oleh CPU Z total RAM adalah 774 MB saja). Internal Storage yang bisa digunakan untuk memasang aplikasi adalah 2,3 GB saja. Memory apps yang tersedia ini setelah saya melakukan upgrade ke Jelly Bean.

Saya tidak menggunakan L9 untuk bermain game apa pun. Aplikasi yang saya install di L9 meliputi aplikasi social media, instant messaging, media player, beragam web browser, utility tool, office aplication dan lain-lain. Dari 2,3 GB memory aplikasi, sampai saat ini tinggal tersedia sekitar 0,5 GB ruang kosong (22% saja).

Aplikasi-aplikasi yang saya install umumnya bisa dijalankan lancar-lancar saja. Hanya Google Chrome yang terkadang crash bila digunakan untuk membuka website yang mempunyai konten yang komplek. Memang kadang-kadang terjadi aplikasi yang berjalan nge-lag, kurang lancar. Ini bisa diatasi dengan membebaskan RAM secara manual dari aplikasi yang sebenarnya tidak sedang saya gunakan.

Aplikasi yang membutuhkan koneksi internet pun umumnya tidak tersendat. Saya menggunakan layanan data Telkomsel Flash dari kartu HALO. L9 mempunyai kemampuan koneksi data yang terbilang cukup stabil meski saya gunakan di rumah saya dimana sinyal GSM hanya satu atau dua bar saja. Resikonya memang ponsel akan menjadi panas.

Kesimpulan

LG L9 mempunyai kelebihan pada display yang nyaman di mata, user interface yang elegant, simple dan neat, nyaman digunakan untuk menjalankan aplikasi yang perlu dikulik lama. Berjejaring sosial menggunakan L9 menjadi betah. Membaca-baca dokumen dengan sedikit-sedikit melakukan penyuntingan nyaman-nyaman saja. Kombinasi display dan speaker yang lumayan membuat L9 nyaman pula digunakan untuk menonton video clip atau film.

Kamera L9 yang jeleklah yang paling mengecewakan bagi saya. Karena saya termasuk orang yang suka mobile photography yang suka menyombongkan apa saja yang saya lihat di jalan ke jejaring sosial dan situs-situs berbagi foto.


TAGS review LG L9


-

Author

Follow Me