Sedikit Review Vandroid S5H

1 May 2014

Vandroid S5H merupakan ponsel Android buatan lokal pertama yang pernah saya gunakan. Saya mendapatkannya dari Lazada beberapa waktu lalu karena saya memenangkan sebuah lomba blog dalam rangka ulang tahun ke-2 toko online terbesar di Indonesia itu.

Tidak banyak yang saya harapkan dari sebuah ponsel Android yang harganya kurang dari 1,5 juta itu. Saya tidak ingin kecewa dengan ekspektasi yang berlebihan. Namun layaknya sebuah kemenangan, saya pun ingin mencoba untuk mensyukuri dengan cara mencoba-coba dan mengoptimalkan tiap fitur dan kemampuan dari Vandroid s5H.

Unboxing Advan Vandroid S5H

Unboxing Advan Vandroid S5H

Membuka kardus pembungkusnya, saya mendapatkan sebuah ponsel berwarna putih, dengan layar selebar 5″ berdesain mirip dengan Samsung Galaxy S5. Iya, mirip sekali. Ketika ponsel ini belum dinyalakan dan andai di bagian belakangnya tidak bertuliskan Vandroid pasti orang akan langsung mengira bahwa itu adalah ponsel buatan Samsung. Di dalam paket penjualannya, saya pun mendapati sebuah charger yang berwarna putih dengan kabel USB yang cukup panjang yang meski terasa kaku tadi rasa-rasanya ini kabel yang akan kuat tahan lama. Sebuah earphone/hadset pun tidak luput disertakan sebagai kelengkapan ponsel ini.

Setelah memeriksa semua kelengkapan ponsel S5H, saya pun segera membuka penutup belakang ponsel dan memasang batere dan memasang kartu perdana Mentari yang baru saja saya beli. Kali ini saya belum memasang micro SD sebagai memory internal. (karena saya tidak punya memory eksternal yang sedang tidak terpasang).

Tidak lama waktu yang dibutuhkan S5H untuk menyala. Dalam beberapa saat setelah saya login dengan akun google, bahkan ponsel ini telah siap digunakan. Apabila saya perlu memasang aplikasi-aplikasi selayaknya di ponsel Android, maka saya bisa mengunduhnya langsung dari Play Store dan Advan Store. Saya pun memasang beberapa dari Play Store namun sampai saat ini saya belum tertarik mencoba untuk mengunduh dari Advan Store entah karena apa. Bila malas menginstall, di S5H ini sudah ada beberapa aplikasi yang pre installed, salah satunya adalah Blackberry Messenger.

Apa yang pertama kali membuat saya terkesan dengan ponsel low end ini adalah layarnya yang 5″ yang terlihat cerah dan dengan cukup baik mereproduksi warna dan detil. Foto balon warna-warni sebagai default wallpaper nampak mentereng dan memikat mata. Display yang digunakan S5H ini menggunakan teknologi in Plane Switching (IPS) TFT Capasitive Touch Screen dengan resolusi 1280 X 720 pixel. Resolusi HD yang jarang digunakan oleh ponsel low end seperti ini.

Keypad adalah hal kedua yang dirasakan pengguna pada awal-awal menggunakan ponsel. Ketika saya menyelesaikan setup, login ke akun google, mengetikan beberapa nama aplikasi di Play Store dan sedikit texting, saya sudah mendapatkan keypad dari Vandroid S5H cukup lumayan. Ini ketika saya mengetik dengan menggunakan dua tangan. Kenyamanan mengetik baru saya rasakan berbeda ketika saya mencoba mengetik dengan satu tangan. Maklum jari-jari saya tidak cukup panjang untuk menggenggam satu tangan ponsel berukuran cukup bongsor ini.

Bukan saya namanya bila tidak langsung mencoba kamera yang ada di tiap ponsel yang saya gunakan. S5H dalam spec sheet nya tertera menggunakan kamera belakang 8 MP auto focus dan kamera depan 2 MP. Kedengeran sebuah ponsel yang mumpuni in term of pixel count. Namun dalam beberapa jepretan saya harus merasa kecewa menemukan pixel count tidak selamanya sebanding dengan kualitas foto. Karema 8 MP yang dibawa S5H tidak memuaskan. Melihat-lihat foto-foto yang saya jepret mengingatkan saya dengan hasil jepretan kamera-kamera ponsel-ponsel lama. Dynamic range yang buruk dan pixelation yang mencolok.

Foto out door dengan S5H

Foto In door dengan S5H

Foto In door dengan S5H

Foto-foto yang saya potret dengan S5H bisa dilihat di:https://plus.google.com/photos/+JarwadiMJ/albums/6001975210293184577

Sedikit penolong dari kualitas kamera yang kurang memuaskan ini menurut saya adalah Camera App yang dibawa Vandroid S5H. Camera App ini memang tidak bisa berbuat sangat banyak. Namun sedikit tweak pada brightness, contrast, saturation, crop dan beberapa picture effect bila digunakan dengan kreatif dan dalam adonan yang pas akan membantu kita menghasilkan gambar-gambar yang unik.

Berbicara tentang performa, berdasarkan spec sheet, S5H dibekali dengan processor Cortex A7 quad core 1,2 GHz dan RAM 512 MB. Sistem Operasi yang digunakan adalah Jelly Bean 4.2.1. Saya tidak menggunakan software benchmark secara khusus untuk menilai keandalan ponsel ini. Apa yang saya lakukan adalah dengan memasang beberapa aplikasi yang sering saya gunakan seperti beberapa messenger, beberapa social media apps dan beberapa utility.

Ketika belum banyak aplikasi yang dipasang di S5H rasanya ponsel ini cukup gegas. Lag baru terasa ketika saya memasang lebih banyak aplikasi yang butuh setiap saat online. Bila aplikasi yang digunakan tidak meminta setiap saat online, S5H masih menunjukan performa yang memadai. Penurunan performa yang makin menjadi-jadi begitu lebih banyak aplikasi berjalan saya curigai barangkali karena besar RAM yang hanya 512 MB. Angka RAM 512 saat ini memang menjadi kecil sekali mengingat RAM 1 GB di LG L9 saja masih terasa kurang. Bila berbicara cukup atau ideal memang kita akan dengan mudah menuding angka 2 GB.

Seperti sudah saya tuliskan di awal, bahwa tidak bijak menaruh ekspektasi terlalu tinggi untuk ponsel yang harganya kurang dari 1,5 juta maka menurut saya ponsel ini akan berguna dan menjadi pilihan bila kita akan menggunakannya sebatas untuk chating (BBM, Whatsapp, Line, WeChat), bersosial media (Facebook, Twitter, Path, Google+) dan internet browsing maupun membaca-baca ebook. Ukuran layar 5″ dengan resolusi 1280 X 720 pixel ada kelebihan tersendiri untuk kebutuhan ini. Bagaimana bila akan digunakan untuk gaming? Entahlah, saya sendiri tidak suka gaming dan belum mencoba memasang dan menjalankan game di Vandroid S5H.


TAGS review vandroid S5H


-

Author

Follow Me