Uang Digital, Tuntutan Jaman
Kamis, Desember 13th, 2012
Sebagai teknologi, uang berkembang mengikuti kebutuhan jaman. Uang yang sudah ada sejak manusia merasa barter sebagai sesuatu yang merepotkan dalam peradaban manusia sampai kini sudah berevolusi mulai dari bentuk-bentuk klasik potongan gading gajah, pecahan batu, emas, perak, logan sampai uang kertas yang sehari-hari kita pakai sekarang.
Uang kertas yang telah terbukti jauh lebih praktis daripada koin emas, dan koin potongan gading gajah ternyata sekarang dirasakan manusia sudah tidak praktis lagi. Tidak praktis di sisi pengguna dan tidak praktis di sisi regulator, dalam hal ini negara yang mempunyai otoritas mencetak uang.
Di mata negara, mencetak uang adalah ongkos yang sangat mahal, hal ini saya tahu dari menonton diskusi Indonesia Lawyer Club pada pekan lalu yang kebetulan Pak Nino hadir sebagai nara sumber dari Peruri. (Diskusi saat itu memang bukan mendiskusikan pencetaan uang sih.) Untuk itu saya paham kalau terutama Bank Indonesia mendorong sekaligus menantang untuk lahirnya uang digital, dimana keberadaan uang digital yang memasyarakat akan mengurangi beban negara mencetak lembar-lembar uang baru.
Nah, sebagai jawaban atas tantangan Bank Indonesia itu banyak mendapat sambutan dari masyarakat. Kemudian lahirlah uang-uang digital seperti Mandiri Prabayar, Etoll Card, BCA Flazz, BRI Brizy, Telkomsel Tapizy, dan lain-lain.
Anda pernah mencoba berbelanja dengan Uang Digital? (lagi…)
Category Tak Berkategori / Tags: Tags: uang digital, tapizy, mandiri etoll card, /
Social Networks : Technorati, Stumble it!, Digg, delicious, Yahoo, reddit, Blogmarks, Google, Magnolia.
